STUDI KEKUATAN IMPAK DAN STRUKTUR MIKRO BALL MILL DENGAN PERLAKUAN PANAS QUENCHING

sumpeno sumpeno

Abstract


Proses akhir pembuatan semen adalah proses penghalusan supaya menjadi serbuk yang halus dengan ukuran butiran serbuk semen antara  ±100-300 µm.  Penghalusan serbuk semen menggunakan Ball Mill (bola-bola penggiling). Ball mill berputar secara sentrifugal, sehingga bola-bola penggiling saling bertumbukan satu dengan yang lain dan dengan bahan yang digiling. . Hal ini menyebabkan bola-bola penggiling akan mudah pecah kalau tidak mempunyai sifat mekanis kekuatan impak yang tinggi. Hasil pengecoran menggunakan bahan baku scrap baja karbon rendah dan perlakuan panas quenching diharapkan mempunyai sifat mekanis impak yang baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh temperatur quenching terhadap kekuatan impak dan struktur mikro pada ball mill hasil pengecoran dengan bahan baku sekrap baja karbon rendah.

Bahan baku yang digunakan adalah scrap baja karbon rendah, ferro chrom dan arang tempurung kelapa sebagai penambah unsur karbon. Cetakan coran dibuat dalam bentuk kotak dengan tiga variasi komposisi persentase krom dan tiga variasi komposisi unsur karbon. Cetakan menggunakan cetakan pasir sedangkan peleburan bahan baku menggunakan dapur induksi dengan temperatur 1550o-1600o. Hasil coran dibuat spesimen uji impak sesuai standart JIS Z2202. Spesimen uji impak dipanaskan dengan pemanas pada temperatur 750oC, 850o dan 850oC ditahan 30 menit. Media cairan quenching menggunakan oli mesin bekas. Spesimen diuji impak dan dilakukan pengamatan struktur mikro.

Hasil pengujian komposisi menunjukan kandungan karbon benda coran yaitu: 2,18%; 1,77% dan 1,95% sedangkan kandungan kromnya adalah 5,47%; 6,67% dan 9,68%. Hasil uji kekuatan impak benda uji tidak diquenching berturut-turut yaitu: 2,766 joule; 2,666 joule dan 2,5 joule sedangkan hasil pengamatan struktur mikro menunjukan bahwa struktur terdiri dari Perlit, Sementit dan Karbida Krom. Hasil uji kekuatan impak benda uji yang diquenching berturut-turut yaitu: diquenching pada temperatur 750oC: 2,6 joule; 2,5 joule dan 2,5 joule ; diquenching temperatur 800oC: 2,1 joule; 2 joule dan 2 joule dan diquenching temperatur 850oC: 2,1 joule; 2 joule dan 2 joule. Hasil pengamatan struktur mikro menunjukan bahwa struktur terdiri dari sementit, karbida krom dan martensit.

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.