PENGARUH PREHEAT DAN STATIC – TRANSIENT THERMAL TENSIONING TERHADAP LAJU PERAMBATAN RETAK FATIK PADA SAMBUNGAN LAS TIG AL 6061-T6

Yunaidi Yunaidi

Abstract


Abstrak

Aluminium seri 6061-T6 merupakan salah satu jenis paduan aluminium yang banyak digunakan dalam bidang teknik terutama industri otomotif, perpipaan, tangki, pesawat terbang dan perkapalan, karena mempunyai banyak keunggulan. Proses pengelasan merupakan salah satu metode penyambungan yang banyak dipakai saat ini. Masalah yang sering dijumpai bila menggunakan metode las adalah lemahnya kekuatan sambungan dan adanya perubahan dimensi terutama untuk bahan yang tipis, karena tegangan sisa yang muncul akibat proses pengelasan. Tegangan sisa tarik yang tinggi pada sambungan las dapat menyebabkan patah getas, peretakan korosi tegangan, dan mempercepat laju perambatan fatik.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh preheat, static thermal tensioning (STT), dan transient thermal tensioning (TTT) terhadap laju perambatan retak fatik sambungan las TIG Al 6061-T6. Proses las TIG menggunakan parameter arus listrik AC dengan (I) : 134 amper, tegangan (V) : 15 volt, aliran gas : 10 liter/menit, kecepatan pengelasan (v) : 175 mm/menit dan masukan panas  : 689 J/mm.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses preheat, STT, dan TTT dapat mengubah ukuran dan bentuk butiran pada daerah las dan daerah HAZ. Metode preheat, STT, dan TTT dapat meningkatkan umur fatik dan ketahanan laju retak fatik. Laju perambatan retak fatik paling rendah terjadi pada spesimen STT yaitu da/dN = 7,745E-12 (DK)4,099 m/siklus, sedangkan laju perambatan retak fatik tertinggi terjadi pada spesimen tanpa perlakuan yaitu da/dN = 4,503E-13 (DK)6,992 m/siklus.

Kata kunci :  static, transient, thermal tensioning, TIG, Al 6061-T6, retak fatik


Refbacks

  • There are currently no refbacks.